Let’s travel together.

Kamu Perlu Tau, Mengapa Kerja Keras Lebih Baik daripada Talenta

473

Kita hidup dalam masyarakat yang terobsesi dengan prestasi dan cepat menerapkan label “berbakat” untuk semua orang yang telah mencapai suatu hal yang berharga. Tak jarang, orang-orang sukses sering digambarkan sebagai manusia super, lahir dengan talenta bawaan. Misalnya, aktor pemenang penghargaan disebut-sebut sebagai orang yang berbakat, sama halnya dengan orang yang telah berhasil dalam bisnis. Jika orang yang dimaksud masih muda, mereka kemungkinan besar akan dilabeli dengan hal yang sama.

Kebenaran tentang kerja keras

 

Ketika Kamu pertama kali bertemu atau mendengar tentang orang yang sukses, mudah untuk percaya bahwa mereka pasti dilahirkan dalam kepemilikan hadiah luar biasa. Kenyataannya, ada banyak contoh orang terkenal yang mengandalkan kerja keras.

Sebagai contoh, pemain bola basket legendaris Michael Jordan dikeluarkan dari tim basket SMA-nya, tetapi dengan kerja kerasnya menjadikan ia sebagai salah satu olahragawan terbesar sepanjang masa. Pelopor animasi Walt Disney diberitahu bahwa dia “tidak memiliki ide orisinal” dan “tidak memiliki imajinasi” oleh surat kabar yang memecatnya, dan Oprah Winfrey pernah disarankan bahwa dia “tidak cocok untuk televisi.” Kisah-kisah ini menggambarkan bahwa tidak setiap orang sukses langsung menemukan kesuksesan dan pengakuan. Ini adalah tentang kerja keras dan ketekunan yang akhirnya terbayarkan.

 Kekuatan label

Apa yang terjadi ketika seseorang diberitahu bahwa mereka berbakat? Terkadang, mereka akan menjadi puas diri dan kehilangan untuk memperbaiki diri secara intensif. Sebagai contoh, seorang anak yang diberitahu di sekolah bahwa ia secara alami pintar mungkin berasumsi akan sangat mudah melewati proses pendidikan. Ia mungkin tidak akan pernah repot-repot untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk belajar dengan giat dan mempelajari materi baru, karena ia berpikir bahwa ia akan dapat mengungguli kelas apa pun.

Begitu juga sebaliknya, jika seseorang yang telah secara eksplisit diberitahu bahwa mereka sama sekali tidak berbakat mungkin menjadi putus asa dan berhenti mengikuti impian mereka. Misalnya, seseorang yang mengambil kelas seni di usia tiga puluhan atau empat puluhan dan diberitahu oleh guru mereka bahwa mereka tidak benar-benar memiliki bakat untuk melukis mungkin menjadi depresi, terutama jika mereka telah menunggu selama bertahun-tahun untuk membangun tingkat kepercayaan diri untuk mendaftar kelas seni. Dunia bisa kehilangan beberapa lukisan indah karena hasil satu komentar seorang guru.

Lalu, Bagaimana Cara Menguasai Kekuatan Unik Kamu

Memang benar bahwa kita semua lebih kuat di beberapa bidang dibanding orang lain, tetapi kerja keras adalah rahasia nyata untuk sukses. Ada tiga langkah yang harus Kamu ikuti untuk mencapai potensi penuh Kamu.

Pertama, tanyakan pada diri sendiri apa yang paling menarik bagi Kamu.

Apa yang paling sering Kamu pikirkan? Apa yang paling Kamu pedulikan? Apa yang ingin Kamu lakukan di waktu luangmu? Apa yang memuaskan Kamu? Jika Kamu tidak yakin dengan ketertarikan dan keterampilan Kamu, cobalah beberapa hobi baru atau selidiki beberapa topik baru.

 

Kedua, bekerjalah secara aktif membangun kekuatan Kamu di bidang tersebut.

Misalnya, jika Kamu telah menemukan bahwa Kamu menyukai seni, pilih medium dan temukan seseorang yang akan membantu Kamu menguasai keterampilan khusus itu. Kamu dapat mengambil kelas, mencari mentor, atau mencari materi yang memungkinkan Kamu untuk belajar secara mandiri. Pikirkan tentang keterampilan dasar yang Kamu butuhkan terlebih dahulu, dan bekerjalah untuk memperolehnya. Berlatih menjadi temanmu sekarang. Semakin banyak yang Kamu lakukan, semakin baik!

Ketiga, Pastikan Kamu Terus Mendapatkan Respon Dari Banyak Orang.

Biarkan orang-orang menilai karyamu dan memberitahumu apa yang perlu diperbaiki. Orang-orang sukses tidak pernah berhenti belajar, dan mereka menghargai kritik yang membangun. Ambillah komentar orang lain, berkomitmenlah pada perbaikan berkelanjutan, dan jangan berhenti bekerja keras! Tidak masalah apakah orang lain berpikir Kamu berbakat atau tidak. Yang penting adalah usaha dan pantang menyerah.

Apresiasi Pekerjaan Kamu dan Percayai Diri Kamu Bisa Melakukannya!

Ketika Kamu menyadari bahwa kerja keras adalah hal yang benar-benar penting, Kamu akan merasa bebas untuk mengejar impian Kamu. Jadi bagaimana jika seseorang memberi tahu Kamu bahwa ternyata Kamu tidak memiliki kemampuan bawaan, atau bahwa Kamu tidak menunjukkan banyak potensi dalam bidang tertentu? Kamu sekarang tahu bahwa jika Kamu memilih untuk passion Kamu, dan bersedia mengabdikan diri untuk membangun keterampilan yang kuat, tidak ada alasan mengapa Kamu tidak bisa sukses luar biasa. Dan jika seseorang pernah melabeli Kamu “berbakat” pastikan untuk mengingatkan mereka bahwa itu adalah kerja keras yang membuahkan hasil.